Indonesia Digital Mobility and Delivery Association
Empowering the Future of Mobility and Delivery
ABOUT Association
Indonesia Digital Mobility and Delivery Association or Asosiasi Mobilitas dan Pengantaran Digital Indonesia (Modantara) serves as an umbrella organization for on-demand mobility and delivery companies in Indonesia. The association was founded on 15 October 2024 and has been registered as an association (Perkumpulan) with the Ministry of Law and Human Rights of Indonesia numbered AHU-0009803.AH.01.07. of year 2024.
VISION
Ensuring a robust and sustainable business environment through collaboration to bolster the growth of digital mobility and delivery industry
MISSION
Being a strategic ally to the government in crafting and implementing policy for the industry
Supporting industry players in navigating Indonesian regulatory landscape
Acting as an information and networking hub for industry players
Press Room
Modantara dan perwakilan anggota Modantara mengadakan kegiatan audiensi dengan pimpinan Ombudsman Republik Indonesia dan staf terkait. Audiensi ini bertujuan untuk mengetahui mengenai tugas dan fungsi Ombudsman serta perspektif Ombudsman terkait penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh swasta. Modantara dan perwakilan anggota juga mengutarakan perspektifnya terkait penyediaan pelayanan publik, kendala bisnis, dan model bisnis perusahaan di industri mobilitas dan pengantaran digital.
Kunjungan ini juga diberitakan oleh Ombudsman RI di link berikut: Ombudsman RI Terima Audiensi Modantara, Bahas Pencegahan Maladministrasi Industri Jasa Pengantaran Digital
Modantara berbagi pandangan kami mengenai wacana kenaikan tarif transportasi online di Indonesia dari perspektif ekosistem industri pada diskusi Top Economy Metro TV. Pada diskusi ini, Direktur Eksekutif kami, Agung Yudha, menyoroti mengenai pentingnya mempertimbangkan model bisnis platform yang beragam, dampak usulan kebijakan terhadap perekonomian Indonesia, dan perlunya pembuatan kebijakan kolaboratif yang melibatkan semua pemangku kepentingan dalam perekonomian Indonesia, agar kelangsungan ekosistem industri ini tetap terjaga.
Klik di sini untuk menonton video lengkapnya: Diskusi Top Economy Metro TV – Tarif Ojol Naik, Siapa Untung?
Industri mobilitas dan pengantaran berbasis platform digital di Indonesia mendukung upaya peningkatan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan mitra. Hal ini dikarenakan kami memandang bahwa mitra merupakan bagian penting dari ekosistem industri, suatu ekosistem yang penting untuk dijaga dan terus dikembangkan secara lebih lanjut. Hal ini tidak hanya agar industri ini dapat terus berkembang, tetapi juga agar industri ini dapat terus memainkan peran besarnya sebagai bantalan sosial perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, sebagai asosiasi yang menaungi pelaku industri mobilitas dan pengantaran berbasis platform digital, MODANTARA hendak menyampaikan pandangan dan rekomendasi strategisnya terhadap pembahasan agenda “Realizing Decent Work in the Platform Economy” dalam Sidang ke-113 International Labour Conference yang diselenggarakan oleh International Labour Organization (ILO) di Jenewa.
MODANTARA percaya bahwa kebijakan internasional terkait sektor ini harus disusun secara proporsional, kontekstual, dan berbasis data — untuk memastikan bahwa tujuan decent work dapat dicapai tanpa menimbulkan disrupsi negatif terhadap ekosistem ekonomi nasional yang tengah berkembang.
Akses Dokumen Lengkap: PDF Pernyataan Sikap Modantara terkait Pembahasan Standarisasi Pekerjaan Platform dalam Sidang ILO ke-113
Modantara mengapresiasi aksi penyampaian pendapat yang dilakukan oleh sejumlah mitra pengemudi pada tanggal 20 Mei. Aksi penyampaian pendapat ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sektor mobilitas dan pengantaran digital adalah bagian vital dari kehidupan masyarakat modern.
Wacana pemaksaan komisi 10% dan reklasifikasi mitra menjadi pegawai tetap bukan hanya berisiko – namun bisa menghentikan denyut ekonomi digital Indonesia. Menyikapi hal ini, Modantara menegaskan posisi industri secara lugas, adil, dan berbasis kepentingan jangka panjang: Niat baik tidak boleh berubah menjadi krisis baru
“Kami memahami keresahan mitra, namun solusi harus berpijak pada realitas ekonomi — bukan sekadar wacana politik,” ujar Direktur Eksekutif Modantara, Agung Yudha.
“Ekosistem ini terbukti jadi bantalan sosial saat krisis, oleh karenanya kebijakan yang mengaturnya harus berpijak pada data dan mempertimbangan dampak jangka panjang.”
Akses Dokumen Lengkap: PDF Pernyataan Sikap Modantara terkait Aksi Penyampaian Pendapat Mitra 20 Mei 2025
Asosiasi Mobilitas dan Pengantaran Digital Indonesia (Modantara) yang menaungi pelaku industri mobilitas dan pengantaran berbasis platform digital di Indonesia memahami semangat gotong royong dalam mendukung Mitra di Hari Raya serta menghargai perhatian pemerintah terhadap Mitra platform digital. Namun, perlu diingat jika kebijakan yang diatur tidak berimbang maka berpotensi menimbulkan dampak ekonomi serius bagi industri berkembang yang memiliki ekosistem bisnis yang unik, dibandingkan sektor konvensional. Dalam praktiknya, pelaku industri on-demand masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengusahakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Saat ini, sektor platform digital (aplikator) telah memberikan akses bagi jutaan individu untuk memperoleh penghasilan alternatif dengan fleksibilitas tinggi, sebuah karakteristik utama yang menjadi daya tarik industri ini. Berdasarkan data ITB (2023), model kerja fleksibel ini bahkan telah berkontribusi pada 2% dari PDB Indonesia pada tahun 2022. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diterbitkan tidak justru menghambat pertumbuhan atau bahkan membatasi manfaat yang telah diberikan kepada para Mitra.
Selain itu, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) BPS, Indonesia memiliki 84,2 juta pekerja informal, dengan 41,6 juta di antaranya sebagai pekerja gig. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,8 juta atau 4,6% bekerja di layanan ride-hailing seperti ojek dan taksi online. Artinya, regulasi yang kurang tepat pasti dapat berdampak pada jutaan individu yang menggantungkan hidupnya pada industri ini.
Akses dokumen lengkap: PDF Press Release Modantara 20 Februari
Membership Benefits
NETWORKING OPPORTUNITIES
- Leveraged access to policy stakeholders in the industry
- Increased visibility as topical thought-leader in the industry
- Opportunities for partnerships and collaborative growth with other members
INDUSTRY AND REGULATORY UPDATES
- Routine regulatory updates leveraging pool of collective knowledge
- Stay ahead of policy changes and market trends to remain competitive
- Anticipate shifts in the industry to stay compliant and relevant
PUBLIC AFFAIRS AND GOVERNMENT RELATIONS
- Cost-efficient advocacy by leveraging the association as public affairs and government relations role
- Stronger policy influence and government relations network to navigate regulatory landscape
Modantara Leadership
-
Agung Yudha
Executive Director
Agung is a seasoned public policy and government relations practitioner with more than 25 years of experience. Previously Country Head of Edelman Global Advisory Indonesia and Chief Representative of Twitter Asia-Pacific in Indonesia, Agung also worked for Google and UNDP (United Nations Development Program) in the past. Agung holds a Bachelors in Politics from Universitas Gadjah Mada and a LLM from University of Hong Kong


